Form analisis PC Download Form Analisi Notebook Driver
Monitor
Tips Merawat Monitor PDF Print E-mail
Written by teknisi   
Monday, 08 March 2010 07:35

MERAWAT MONITOR AGAR BERUMUR PANJANG

Saat ini komputer bukan lagi merupkakan barang mewah. Tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk berbagai keperluan.

Komputer sepeti ini halnya piranti elektronis pada umumnya perlu mendaptkan perawatan. Karena tanpa adanya perawatan yang bersifat rutin komputer akan cepat mengalami kerusakan. Seperti kabelnya lecet dan putus digigit tikus,keyboardnya keras karena kotor dengan debu rokok,monitornya diselimuti debu dan lainnya. Oleh karena itu, untuk menghindari gangguan seperi itu, masalah perawatyan menjadi yang utama.

Perawatan harus rutin.

Biasanya pemakai komputer kurang perhatikan masalah kebersihan. Dan umumnya perawatan hanya terbatas pada piranti lunkanya saja. Padahal perawatan monitor tidak kalah pentingnya dibandingkan piranti lain yang dikemas dalam satu unit komputer. Coba kita perhatikan para pemakai komputer khususnya dilingkungan kerja yang banyak menggunakannya. Mereka jarang memprhatikan monitor supaya tetap bersih dan terawat.

Masalah monitor itu sangat diperhatikan yang utama bagian atas dan depannya. Bagian atas keluarnya hawa panas yang ditimblkan oleh medan listrik di dalam monitor. Oleh karena itu, anda jangan sekali-sekali menyimpan kertas atyau barang lainnya diatas monitor.sedangkan bagian layar depan yang memancarkan sinar. Pada bagian ini pemakai dapat melihat semua kejadian/tayangan yang ditimbulkan oleh semua gerkan dalam suatu pekerjaan.

Ciri-ciri kerusakan.

Seperi kita ketahui, monito atau vdu (Visual Display Unit) selain menghasilkan cahaya juga setiap saat dinyalakan atau digunakan, akan memancarkan cahaya pada phosphor dalm layar tersebut. Kekeuatan phosphor ini semakain lama akan berkuran. Ssehingga suatu saat apabila kekuatan phospor tersebut sedikit berkurang maka penampilan cahaya akan berkurang dan redup bahkan bisa saja kehilangan kecerahannya.

Tanda-tanda monitor yang menghadapi kehausan yaitu apabila dimatikan akan muncul titik putih ditengah-tengah layar berupa cahaya sebesar ujung lidi. Atau bisa juga tampilannya tidak horizontal dan berkedip-kedip oada saat komputer digunakan. Selain itu, bisa juga memancarkan sinar tajam, namun tidak bisa diatur tingkat kecerahannya yang dibarengi dengan munculnya garis-garis horizontal berwarna hitam pada bagian layarnya. Apabila tanda tersebut mulai muncul, anda perlu memimirkan untuk mengganti atau memperbaikinya.

Sebenarnya masalah kerusakan monitor ini tidak hanya disebabkan oleh kurangnya perawatan. Penyebab lain seperti matherboard komputer ada gangguan, VGA card, CGA card dan sejenisnya bisa saja menghantam kestabilan monitor. Dan yang tidak kalah bahayanya, apabila menggunakan kompuetr, jika arus listrik yang masuk ke monitor tidak melalui power supply pada cassing. Inipun bisa saja mengalami musibah kerusakan pada monitor. Terutama apabila arus tersebut tidak diatur kestabilannya. Alat untuk mengatur stabilnya arus adalah stabillizer atau kalau perlu bisa menggunakan UPS, hal ini akan lebih aman dan menguntungkan.

Bagi anda yang duduk di depan komputer selama berjam-jam, mungkin maslah perwatan ini sudah biasa dilakukan. Namun seperti yang telah dijelaskan di muka, umumnya perawatan terbatas pada piranti lunaknya saja. Itupun bagi yang punya waktu, tetapi bagi yang mempunyai waktu sempit,mungkin cara berikut dapat membantu anda.

Membersihkan komputer dari debu.

Komputer yang disimpan dalam jangka waktu yang agak lama dan tidak digunakan, biasanya akan diselimuti debu atau kotoran lain yang datang dari luar. Unutk itu, sebaiknya komputer ditutup denga plastik penutup. Hal ini dimaksudkan agar komputer yang nongkrong di meja, terbebas dari debu dan kotoran.

Apabila komputer mau digunakan, bersihkan bagian depan monitor dengan kain yanag tidak berserta da basahi dengan alkohol isophoryl (alkohol 70%). Kemudian usapkan pada layar monitor bagian depan tersebut, Sealin membersihkan layar, jangan lupa bagian atas dan samping juga haurs dibershkan. Untuk membersihkkan bagian atas dan samping moniutor gunakan kain berserat dan bersih, bila perlu basahi dengan sedikit air.

yang perlu diperhatikan, jangan sekali-kali membersihkan layar monitor dalam keadaan menyala. Karena alkohol yang anda gunakan akan meresap dan mgeluarkan bau tidak enak. Sealin itu, akan berpengaruh terhadap phospor dalam monitor.

Menjaga monitor dalam keadaan dingin.

Apabila anda menggunakan komputer berjam-jam lamanya, jangan lupa menjaga suhu disekitarnya. Untuk itu, anda jangan menyimpan benda apapun di atas monitor termasuk kertas. Krena pada umumnya nmonitor bagian atas akan lebih panas dibandingkan dengan lainnya. Selain itu sebaiknya anda menempatkan komputer dirungan yang ventilasinya cukup baik. Bahkan sangat dianjurkan dalam ruanga ber AC.

Pada saat anda bekerja jangan merokok, karena debu dan asap rokok apabila msuk ke peralatan komputer akan mengakibatkan gangguan. Debu dan asap rokok pabila menenmpl pada keyboard akan membuat keyboard kadang macet dan keras. selai debu rokok, assapnya pun akan menimbulkan tar berwarna kecoklatan dan hitam, baik pada monitor, keyboard ataupun piranti lainnya, disamping dapat mengganggu kesehatan anda.

Dengan cara di atas yang telah dijelaskan, mungkin dapat membantu anda dalm merawat dan menjaga monitor tetap berumur panjang. Sebenarnya masih banyak cara lain yang dapat anda lakukan untuk merawat monitor. Namun beberapa cara yang dijelaskan diatas adalah cara yang terbaik dan harus dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.

 

Sumber : http://tauffanaslin.blog.upi.edu/2009/06/15/perawatan-pada-komputer/

 

Last Updated on Wednesday, 10 March 2010 07:45
 
Memilih Monitor PDF Print E-mail
Written by teknisi   
Monday, 08 March 2010 07:00

POIN-POIN PENTING UNTUK MEMILIH LCD YANG BAIK

Monitor LCD saat ini merupakan perlengkapan komputer yang sudah umum dan bisa didapatkan dimana saja. Pergeseran teknologi dari yang dahulunya di dominasi oleh monitor CRT sekarang sudah mulai beralih pada monitor LCD.

Ada beberapa faktor yang mendorong penggunaan monitor LCD semakin meningkat dan monitor CRT yang semakin terkubur oleh waktu. Diantaranya adalah konsumsi daya monitor LCD yang relatif jauh lebih kecil dibanding monitor CRT. Ukuran yang lebih ringkas dan ramping menjadikan monitor LCD sangat diminati.

Banyaknya monitor LCD yang beredar di pasaran membuat konsumen lebih bebas dalam menentukan pilihannya disamping harga yang ditawarkan cukup kompetitif dan tidak terlalu mahal dibanding monitor CRT.

Ukuran dari monitor LCD pun bermacam-macam, dari ukuran 15 inchi hingga 24 inchi untuk penggunaan rumah (personal computer). Produsen dan merk monitor LCD juga cukup banyak, dari merk lokal seperti Advance hingga merk luar seperti ASUS atau DELL.

Harga yang ditawarkan masing-masing produsen juga cukup kompetitif, dengan range harga antara 1 juta hingga 4 juta. Harga tentunya sangat mempengaruhi kualitas monitor LCD tersebut. Tetapi memang rata-rata untuk kualitas hampir sama antar merk monitor LCD.

Harga diatas dipengaruhi oleh kualitas dari tiap-tiap LCD, semakin tinggi harganya maka semakin baik kualitasnya. (memang harga gak pernah bohong :D)

Monitor LCD yang dibahas adalah monitor LCD widescreen, karena monitor jenis inilah yang paling banyak beredar dipasaran.

Poin-poin yang perlu Anda perhatikan dalam memilih monitor LCD adalah:

1.  Resolusi Layar

Resolusi tiap-tiap monitor pastinya berbeda dilihat dari ukurannya. Semakin besar resolusi yang dihasilkan maka kualitas monitor LCD tersebut semakin baik. Resolusi ini juga dipengaruhi oleh lebar layar monitor, dari ukuran 1280 x 768 pixel (untuk ukuran 15 inchi) hingga ukuran 1920 x 1200 pixel (untuk ukuran 24 inchi). Anda akan mendengar istilah monitor HD ready (harganya lebih mahal), istilah ini untuk monitor LCD yang mendukung resolusi minimal 1400 x 1050 pixel untuk mensupport teknologi High Definition. Jika monitor sudah HD ready, bisa dikatakan monitor tersebut sudah cukup baik.

2. Contrast Ratio

Contrast Ratio dapat dijadikan poin untuk menentukan baik tidaknya kualitas sebuah monitor LCD. Semakin tinggi nilai contrast ratio maka semakin baik kualitas sebuah monitor LCD. Apa sih contrast ratio itu?? contrast ratio menunjukkan banyaknya warna antar hitam dan putih, biasanya untuk menampilkan gradasi warna, dan ditunjukkan dengan nilai sekian banding satu (misal 1000:1 atau 50000:1). Pastikan monitor LCD yang akan Anda beli memiliki nilai contrast ratio yang tinggi.

3. Respon Time

Respon ditunjukkan dengan nilai mili second (ms). Semakin rendah nilai respon timenya, maka semakin baik kualitas monitor LCD tersebut. Respon time yang baik antara 2 - 5 ms, untuk standar monitor LCD saat ini.

4. Dot Pitch

Dot pitch merupakan ukuran pixel pada sebuah monitor LCD. Semakin kecil ukuran dot pitch, maka semakin rapat gambar yang akan dihasilkan, dan tentunya semakin baik kualitas monitor LCD tersebut. Sebagai contoh dot pitch yang baik dengan ukuran 0.282 mm (milimeter).

5. View Angle

View angle merupakan sudut pandang Anda dalam memakai monitor. Perlu Anda perhatikan untuk view angle sebuah monitor LCD, monitor LCD yang baik tentunya memiliki view angle yang lebih luas, ini digunakan untuk melihat layar monitor dari sisi manapun. Ketika Anda menghadap monitor dari arah yang lurus (pandangan sejajar dengan monitor) maka monitor akan menampilkan gambar (warna) yang terbaik, namun ketika Anda geser badan Anda agak kekiri/kekanan atau keatas/kebawah, maka warna dan brightnessnya juga akan berubah. Nah monitor LCD yang baik, memiliki view angle yang lebih luas, jadi Anda dapat lebih leluasa melihat layar tanpa mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan. LCD yang buruk ketika Anda geser sedikit posisi Anda maka akan berubah warna dan ketajamannya. Nilai view angle standar baik adalah sekitar 160 derajat horisontal dan 160 derajat vertikal.

Sebaiknya Anda membeli monitor LCD yang baru, jangan membeli monitor bekas kecuali dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya. Terkadang Monitor bekas ada yang palsu atau hasil rekonstruksi (kanibalisme) dari monitor LCD yang rusak.

Info Tambahan :

Monitor widescreen merupakan monitor dengan aspect ratio 16:9, dan monitor CRT memiliki aspect ratio 4:3 (sama seperti tv dirumah Anda). Monitor widescreen sangat cocok untuk keperluan multi tasking (membuka banyak aplikasi dalam satu layar) karena area yang lebih luas (sesuai dengan pandangan mata manusia). Apalagi untuk keperluan nonton film, sangat cocok, karena film-film sekarang menggunakan aspect ratio 16:9.

<!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} -->

sumber : http://www.blogpintar.com/2009/10/tips-memilih-monitor-lcd/

 

Last Updated on Wednesday, 10 March 2010 07:47
 



Latest News


Powered by Unimedcenter .